tentang segoro gunung

Segoro gunung adalah sebuah dusun kecil yang meliputi 3 RT di Desa Nglinduk,Kecamatan Gabus,Kabupaten Grobogan.Letaknya yang di tengah tengah hutan membuatnya sedikit terisolasi dengan perkembangan dusun dusun di Desa Nglinduk.

Sebagai gambaran,diperlukan waktu kurang lebih 30 menit naik sepeda motor untuk menuruni ngarai agar sampai di pasar terdekat.Itu untuk musim panas.Apabila musim hujan,jauh lebih parah.Jalanan tanahnya tidak bisa dilewati kendaraan dan untuk ke pasar biasanya ditempuh dengan jalan kaki.Dan itu membutuhkan waktu lebih dari satu jam!!

Keadaan infrastrukturnya dari waktu ke waktu tetap sama.Seakan memang belum layak mendapatkan perhatian dari pemerintah.Secara ekonomis memang tidak layak,sih…meski sebetulnya dengan letaknya yang terisolir,segoro gunung memiliki potensi bagus untuk pengembangan usaha peternakan yang tidak mungkin dilakukan di kawasan padat penduduk.

Berangkat dari potensi itulah,blog ini lahir untuk mengajak anak anak muda khususnya di Kecamatan Gabus yang peduli untuk berbagi pengalaman,ide,gagasan dan hal hal lain demi pengembangan usaha agribisnis yang bisa diterapkan demi peningkatan kesejahteraan diri sendiri dan masyarakat.

Responses

  1. mas, ada yg tau ga nama dan no telpon kepala dusun segorogunung? mohon infonya. ibu saya berasal dari dusun tersebut dan sudah merantau ke sulawesi selama 35 tahun. sekarang ingin mencari sanak famili. mohon bantuannya

    • Kalo nama Kadusnya sekarang kalo ngga salah Mas Susilo,nama Ibu sampean siapa,trus nama keluarga yang dicari siapa,mungkin saya bisa bantu…..
      kalo memang perlu banget,nanti saya tanyain sodara di kampung nomor kontak Mas Kadusnya.
      Tapi yang dimaksud bener kan dusun Segoro Gunung yang Kabupaten Grobogan………?
      Soalnya nama dusun ini ada juga di wilayah lain.

  2. fenomena alam mubal segorogunung

    • udah ngga ada lagi,tuh……

  3. Om!!

  4. saya belum pernah kesitu
    walau rumah di wirosari
    paling2 kalo ke gabus
    sampai sulur saja

    segoro gunung ini yg katanya ada ngarainya itu ya

    • wis ngga seindah dulu,Mas………

  5. Segorogunung merupakan munculnya gunung dari dasar laut pada ratusan tahun yang lalu, sebelum muncul babat tanah jawa, masuk wilayah kerajaan medang kamolan, saat itu masih bernama Negara nibawah laut, sang pengembara ( Aji Saka ) di utus oleh baginda Nabi Muhammad untuk menyebarkan agama islam di negara bawah laut ( Medang Kamolan ) disitu terdapat makam seorang Patih kerajaan bernama GAJAH PERMODO yang dan pengikutnya ( daerah Punden ) puncak gunung.

    • Saya malah ngga tau ini,Mas…he..he…suwun sudah mampir.

  6. saiki dah ada bibit jati dengan masa panen kurang dari 15 tahun bos, dengan diametr umur 15 tahun lebih dari 25 cm.
    untuk pengembangan peternakan bisa kerjasama dengan perhutani lewat LMDH, untuk penyediaan lahan untuk ditanami hijauan pakan ternak bos.
    moga bisa jadi pertimbangan

    • nanti dicoba ngomong sama yang ngopeni sapi di sana…..

  7. Segoro gunung kpn iso beskembang yo…

    • saiki juga wis mulai berkembang sih,cuma masalah akses jalan soko Sulursari aja karena ada dua pihak saling lempar tanggung jawab,menurut kelurahan mungkin itu tanggung jawab Perhutani,sedang Perhutani mungkin berfikir itu tanggung jawab pemerintah/kelurahan.

  8. mas…. menurutku segoro gunung cocoknya segmen peternakan, tapi tetap butuh modal yang tidak sedikit.. infrastruktur jalan saya kira sudah agak lumayan dibandingkan bebrapa tahun yang lalu… mari kita kembangkan potensi desa dan meningkatkan ekonomi….

    • Jane aku pengen ngingu sapi,tapi memang modale ngga sedikit,sih…dadine cuma pengen doang..ha..haa..

  9. Moga kampung kita mkin maju pak,saya pemuda asli sulur.brcita2 ingin jadikan segorogunung jd tempat wisata alam pak

    • Potensi wisata yang tersisa mungkin pundennya,kalo goa dan sendang2nya udah pada rusak……..

  10. segoro gunung akeh sendang,e adem tow yow,,salam sukses dari mursodo cah nglinduk dewe

    • kedud stres

    • sendange wis ora ono,pemenuhan kebutuhan air masyarakat saiki wis bergeser,yang semula tersentral ke sendang saiki pakai pralon,banyu teko dewe….

  11. Asli saya Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan, Grobogan juga. Saya lagi mengembangkan king grass di sekitar Solo. Sementara ini kadar proteinnya “baru” 12,5%. Saat ini juga saya lagi mengembangkan king grass yang bisa mencapai protein 20%. Jangan kaget dulu. Kalau tertarik, ayi kita kembangkan desa….

    • Terima kasih mas salam cah sulur, bade nderek sinau bisnis king grass, kuwi menopo mas

    • king gras ki nek karo rumput odot beda ngga…?

  12. marai kangen karo eoh blimbinge …..

    • blimbinge kayane wis ora ada,deh…he..he..pernah munggah nggoro gunung,tah..?

  13. Segoro gunung? Saya pikir “laut gunung”…😀

    • lebih lucu kalo sampean klik gambar bendera inggris yang di side bar itu,keluarnya “segoro mountain”,ha..ha..

  14. Segoro Gunung itu apakah gunung yang diatasnya ada segoro-nya?:mrgreen:

    maaf mas, baru berkunjung balik.
    Salam persahabatan…😀

    • kalo ceritanya orang tua jaman dulu malah tadinya segoro/lautan trus ketimpa gunung,jadilah segoro gunung…tapi mana ada laut di dalam pulau,ya….?
      Salam…semoga persahabatan kita membawa manfaat…

  15. SIP… AKU ELOK…

    • ewangi,ya…??

  16. kunjungan balik ditunggu

    • pasti segera ke TKP,mas…makasih dah mampir..

  17. luar biasa ya. semoga terwujud cita2 anda memajukan pertanian di kampung halaman. coba pertanian organik pak. salam kenal semoga sukses pak…

    • terima kasih,mas alief…makanya ini sekarang lagi ngumpulin berbagai referensi buat modal,termasuk diantara membaca blog sampean yang sangat bermanfaat buat ngedukung cita2 saya itu….makasih kunjungannya ya,mas…salam kenal juga…

  18. Salam kenal Mas.
    Dulu pernah main ke Gabus, ke rumahnya Kukuh.
    Eh kenal ngga ya ama Kukuh?🙂

    • salam kenal juga…taun berapa itu,n sekarang sampean tinggal di mana?

  19. Disini selain jati dan mahoni kurang laku mas…. mungkin merasa kayu hutan masih banyak untuk di curi he…he ( MILIK NEGORO ) jadi kalau ingin punya ( MILIK ) ya… ndang menebang ( NEGORO )….,

    • mind set inilah yang pada akhirnya mesti dirubah perlahan2….kalo selama ini masyarakat cenderung menggantungkan hidupnya dari hasil hutan(kayu log yang bisa dicolong),berikut hasil turunannya(rencek,tunggak,dedaunan pakan ternak,dsb),ke arah pengembangan hutan rakyat hasil budidaya…
      diharapkan dari gagasan ini untuk jangka panjangnya,masyarakat bisa melepaskan diri dari ketergantungan negara,menjadi masyarakat mandiri yang punya hutan sendiri,baik untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya maupun ternaknya..
      keunggulan hutan partikelir ini adalah,semua orang bebas menanaminya dengan berbagai jenis kayu yang disukai(akan lebih baik kalo kayu yang ditanam memiliki siklus hidup yang lebih pendek).
      penguasaan tanah di desa nglinduk umumnya tidaklah luas.mayoritas dibawah satu hektar,lebih parah lagi kebanyakan maksimal 0.5ha.itupun kebanyakan berbentuk tanah tegalan,kalopun sawah juga sawah tadah udan.luasan tanah segini tidaklah seberapa banyak hasilnya secara ekonomis untuk ditanami jagung/padi.masyarakat perlu belajar membuat nilai tambah dalam menjual hasil panennya agar hasil panen itu bisa memiliki nilai ekonomis yang lebih layak…dan menurutku itu tugas kita2 semua yang merasa dilahirkan di sana dan memiliki pendidikan yang lebih baik..

  20. kondisi ini beda dengan 25 tahun yang silam….. hutannya masih lebat… sekarang ndak ad pohon sama sekali….

    • yon,kalo dulu hutan sepenuhnya dikuasai perhutani untuk menghidupi kehidupan masyarakat tamping hutan,sekarang saya justru bermimpi agar masyarakat menciptakan hutannya sendiri di lahan tegalan yang kurang produktif itu dengan tanaman keras yang punya nilai ekonomi lebih baik.paling bagus tentu saja jati,tetapi mengingat siklus hidup tanaman jati yang terlalu panjang,tanaman ini ndak bisa menciptakan cash flow yang memadai.menurutmu kalo pohon sengon atau jabon di sekitaran grobogan ada pangsa pasarnya,ga…?

  21. luar biasa, sampeyan ngeblog dr sana??

    salam hangat dari MALANG.

    • wallah..ya ora,mbah..sekarang masih tinggal di bekasi,tapi nanti kalo dah pensiun pengen balik ke sana kali,ha..ha..matur nuwun sudah mampir,mbah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: