Oleh: sugiarto | 22 September 2010

gumun rokok..

Yang penting hepi…..Itu adalah tag line iklan sebuah produk rokok yang saat ini sedang gencar wara wiri di layar televisi belakangan ini.Semenjak diberlakukannya aturan bahwa iklan rokok tidak boleh menampilkan gambar fisik rokok,apalagi mempertontonkan adegan menghisap rokok,biro iklan produsen rokok memang semakin kreatif “mengemas”iklan produknya dengan beragam cara.Seperti iklan rokok kretek yang segmentasinya menengah bawah ini,menampilkan reporter tv yang bertugas di lapangan untuk mewawancarai masyarakat kecil yang sedang tertimpa kesusahan.Ada yang sedang dalam pengungsian karena banjir,ada pedagang kaki lima yang rombongnya digaruk satpol PP,ada juga lomba lari marathon dalam rangka Agustusan.Tapi yang unik dari iklan ini adalah,semua nama tokoh yang diwawancarai reporternya merupakan singkatan yang lucu lucu.Misalnya,Darius singkatan dari modar ga bisa dagang karena digusur terus,Bardi singkatan dari bau karena jarang jarang mandi dan seterusnya.Juga alasan alasan mereka mengalami kesusahan.Selalu merupakan sesuatu yang nyentil,lucu dan di luar dugaan audiens.Dan biasanya reporternya langsung menutup wawancara dengan kata kata,Dasar….KOPLAK!!

Iklan rokok yang lain lagi adalah tokoh anak muda,dari kalangan bawah juga,yang selalu membuat solusi atas kebuntuan masalah yang dialami masyarakat kecil.Tema terakhir yang diangkat adalah suasana lebaran yang karena biaya,banyak teman temannya yang tidak bisa mudik.Sang tokoh kita ini punya inisiatif untuk membuat tv proyektor dengan peralatan seadanya dan membuat film yang diisi dengan pesan pesan,colekan,atau hardikan kecil warga komplek kontrakan yang tidak bisa mudik,yang sekaligus menjadi penontonnya.Kelihatannya menyenangkan bukan,bisa menonton diri sendiri di layar besar,ditonton juga teman dan tetangga hingga bisa tertawa bersama dan melupakan kepedihan karena tidak bisa berkumpul sanak sodara di kampung…

Dua iklan di atas adalah iklan untuk rokok yang menyasar segmen menengah bawah.Lain halnya iklan untuk rokok yang menyasar segmen menengah atas.Ada yang mengasosiasikan produknya dengan petualangan/adventure dan bola.Hingga iklannyapun menampilkan sesuatu yang identik dengan petualangan.Mobil jip dengan ban besar yang mampu melahap gurun pasir,lengkap dengan kaca mata gurun,GPS,tali tali dan sebagainya.Dengan peralatan canggih ini,bahkan badai gurunpun mampu mereka taklukkan.Ada lagi produsen lain yang mengasosiasikan produknya dengan mobil,tentu saja tidak sembarang mobil,tetapi mobil yang mewakili gairah anak muda urban yang dinamis sekaligus berada.Mobil mobil modifikasi!!Ya,produsen rokok ini selalu rajin mengadakan kompetisi modifikasi mobil setiap tahunnya.Selain itu ada juga yang mengasosiasikan produknya dengan musik Indy.Rokok yang ini juga secara konstan mengadakan festival musik Indy setiap tahun.Bahkan bagi yang memenuhi syarat difasilitasi rekaman untuk membuat album dan dijual lewat jaringan gerai makanan siap saji.

Terlepas dari pro kontra soal keberadaan rokok,rokok merupakan produk konsumer yang tak pernah lepas dari kehidupan kebanyakan orang.Bukan saja bagi perokoknya,juga pedagang asongan,hingga grosiran,sampai hypermarket,semuanya menikmati keuntungan dari produk ini.Belum lagi kalau kita bicara “rantai” sebelum produk itu siap konsumsi.Di sana ada petani tembakau,petani cengkeh,pabrik kertas,pabrik filter rokok,karyawan pabrik rokok,hingga pemda tempat perusahaan rokok itu berdiri yang meski tidak 100% semuanya bergantung pada industri ini.

Mungkinkah rokok dilenyapkan dari kehidupan kita…?? Soalnya sebuah ormas Islam besar telah mengeluarkan fatwa haram untuk produk ini.Bagi saya pribadi,mengharamkan/melenyapkan rokok,sama saja dengan memerangi prostitusi.Kita semua sepakat,prostitusi adalah haram.Tetapi keberadaannya seperti lincung/tai ayam yang menempel di sepatu yang meski kelihatannya hilang kita bersihkan toh baunya tidak benar benar hilang.

Perlu kedewasaan dan pengertian yang dalam untuk menyikapi hal ini saya rasa.Seperti di negara negara yang sudah lebih maju,keberadaan produk produk “haram” itu diatur sebaik baiknya.Merokok di tempat umum ada tempatnya,prostitusi dan judi dilokalisasi sehingga tidak berbaur dengan masyarakat lain.Penjualan rokok dan minuman keraspun diatur ketat.Khusus dijual pada yang telah berumur 18 tahun atau telah memiliki KTP.Kalau penjualnya ragu ragu,penjual bisa meminta calon pembeli menunjukkan KTP.Kalau tidak bisa menunjukkannya tidak boleh dijual.Kepada penjual yang menjual dagangan sembarangan ada hukumannya.

Khusus untuk rokok,sebetulnya saya berharap banyak pada retailer retailer modern untuk memulainya.Hypermarket,Supermarket dan mini market bisa mempeloporinya.Misalnya Alfamart atau Indomart.Mereka bisa memulai untuk memajang tulisan”ROKOK DAN MIRAS HANYA DIJUAL KE UMUR 18 KEATAS!”.Disamping mengedukasi masyarakat untuk lebih bertanggung jawab,saya yakin langkah ini bagus untuk membangun brand mereka yang juga peduli terhadap kesehatan masyrakat.Booth DJIE SAM SOE di Arena Pekan Raya Jakarta di atas telah memulai langkah ini.Kapan yang lainnya menusul…??

Salam hangat dari Cikarang.


Responses

  1. Ya, setuju saja….
    Karena saya sangat tidak suka rokok, bau asapnya aja langsung mabuk, kepala nyut-nyutan…

    • kebetulan saya termasuk kategori perokok berat,tetapi tetap saja saya ga suka melihat anak sekolah merokok.apalagi dengan bangga…

  2. Makasih dah mampir ke blog saya…
    Iya iklan rokok memang kudu kreatif ya🙂

    • sama2..tukeran link boleh ga,mas..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: