Oleh: sugiarto | 18 September 2010

TEKNOLOGI PAKAN DALAM PENGGEMUKAN SAPI SECARA INTENSIF

Pakan yang baik untuk sapi adalah yang dapat memenuhi protein, karbohidrat, lemak,vitamin, dan mineral. Protein berfungsi untuk mengganti sel-sel yang telah rusak, membentuk sel-sel tubuh baru dan sumber energi. Karbohidrad berfungsi untuk sebagai sumer energi dan pembentukan lemak tubuh. Lemak berfungsi untuk pembawa vitamin A,D,E,K dan juga sebagai sumber energi. Pada sapi yang di gemukkan secara intensif (kereman) dn ful intensif (dry lot Fattening) lapisan lemak dapat menyeliputi serabut otot sehingga tekstur daging otot menjadi lembut (kwalitas terbaik). Mineral di perlukan untuk pembentukan jaringan tulang dan urat serta mempermudah proses pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan. Vitamin berfungsi untuk mempertahankan kekuatan tubuh dan kondisi kesehatan.
Dalam hal ketersediaan pakan di pedesaan, jerami adalah sumberpakan paling banyak di jumpai, sehingga fukus kita adalah pada jerami tersebut. Akan tetapi jerami adalah sumber pakan yang erkualitas rendah, ini dapat kita lihat kandungan yang terdapat di dalamnya yaitu protein 4,5 – 5,5 % lemak 1,4 – 1,7% daya cerna 30% ( seandainya makan 10kg jeram maka yang diserap hanya 3kg lainnya menjadi kotoran ), bandingkan dengan rumput gajah dimana protein 8,4 – 11,4% lemak 1,7 – 1,9% serat kasar 29,5 – 33% daya cerna 52% dari perbandingan tersebut terlihat bahwa jerami terlalu kasar dan terlalu sulit di cerna di samping kandungan protein dan lemak sedikit. Untuk meningkatkan mutu dari jerami maka di perlukan perlakuan khusus, berikut beberapacara untuk meningkatkan mutu jerami:
1.Jerami padi di campur dengan urea sapi+ starbio
Jerami yang akan di campur harus di timbang terlebih dahulu, jerami bisa dalam keadan kering ataupun basah . untuk jerami yang kering harus di larutkan kedalam air terlebih dahulu, setiap 100kg jerami di butuhkan 100 liter air sebagai pelarut urea, sedang untuk jerami segar urea tak perlu di larutkan kedalam air, jika jerami segar yang di pilih maka maka setiap 100 gkg jerami dibutuhkan 10 kg urea + 10 kg starbio untuk di taburkan diatasnya, ( dengan kata lain 1kg jerami 1ons urea + 1 ons starbio ) cara mencampurnya yaitu jerami di buat berlapis-lapis, setiap lapisan tebalnya 10cm, setelah lapisan pertama di tebarkan lalu di tumpuki lapisan kedua begitu seterusnya, kemudian di tutuptumpukan tersebut dengan plastikagar terjadi fermentasi , hindarkan dari terik sinar matahari dan hujan. Tunggu 21 hari untuk di barikan ternak, pencampuran ini di maksudkan untuk menghancurkan ikatan silica dan di liknin pada solulosa jerami, sehingga mudah dicerna dan kaya akan nitrogen, tingkat daya jerami dapat meningkat dari 30% menjadi 52%
2.Jerami padi dengan tetes.
Jerami olahan ini dibuat dengan fermentasikan selama 24 jam, yaitu jerami di potong-potong, kemudian di campur air dan tetes dengan perbandingan 2 :1 untuk setiap 10 kg jerami kering yaitu di butuhkan tetes 1,5 kg dan air 3kg (3 liter), di tambah super phospat 25 gram (1 sendok makan) dan amunium sulfat 25 gram juga. Tunggu 24 jam baru di berikan pada sapi.
3.Jerami kering dengan larutan NaOH
Olahan dengan jerami kering di lakukan dengan cara jerami di cuci dengan NaOH. Jerami padi sebanyak 1kg di siram secara merata dengan larutan NaOH 30 gram + air1 liter, kemudian setelah di siram tunggu 6 jam agar silka hancur. Menurut ditjen peternakan bahwa seekor sapi bisa di berikan jerami olahan ini sebanyak 5kg + hijauan segar 5kg + 5gram mineral campuran yang bisa di beli di took dan garam dapur 2 sendok makan.
Setelah mengetahui tata cara peningkatan mutu jerami yang membuat kita tidak perlu mengarit kesana kemari , sekarang kita membahas pakan tambahan yang berfungsi sebagai pemercepat pertambahan bobot sapi. Pakan tambahan ini adalah syarat mutlak dalam penggemukan sapi secara intensif. Berikut beberapa sumber pakan tambahan yang dapat di jumpai di kebanyakan daerah, serta kandungan yang terdapat di dalamnya.
Tabel 1
Nama Pakan Protein %
( dalam 100 kg ) Lemak %
( dalam 100 kg ) TDN *
( dalam 100 kg ) Bahan Kering
Dedak Halus 14 % 3,32 % 87,6 % 86 %
Dedak kasar 9,9 % 2,10 % 56,3 % 84 %
Tepung Jagung 9,38 % 5,6 % 81,84 % 84,98 %
Gamblong 2,83 % 0,676 % 77,25 % 35 %
Ampas tahu 25,4 % 5,4 % 76,6 % 10,8 %
Kacang Kedele 48 % 3, 65 % 84,3% 87 %
Tepung Ikan 54,3 % 2,86 % 68,8 % 89 %
* TDN singkatan dari Total Digestible Nutrient, adalah jumlah persentase zat-zat makanan yang dapat dicerna.Perhitungannya berdasarkan penjumlahan persentase dapat dicerna dari protein, serat kasar, BETN ( Bahan Ekstrak Tiada Nitrogen ), serta ekstrak eter dengan konstanta 2,5.
Untuk lebih lengkapnya lihat Lampiran – Halaman paling belakang
Perlu di ketahui bahwa sapi mempunyai kemampuan mengkonsumsi pakan berdasarkan bobot, semakin berat bobot maka semakin banyak kemampuan makannya, berikut perkiraan kemampuan sapi dalam mengkonsumsi pakan :
Tabel 2
Bobot
( kg ) Kemampuan Mengonsumsi Pakan
( % dari bobot badan )
100 – 150 3,5
150 – 200 4
200 – 250 3,5
250 – 300 3
300 – 350 2,8
350 – 400 2,6
400 – 450 2,4
450 – 500 2

Perkiraan diatas berdasarkan pakan dengan kandungan kering. Contoh perhitungan bila kita mempunyai sapi bakalan yang siap digemukkan berbobot 400 kg maka konsumsi bahan keringnya adalah 400 x 2,4 % = 9,6 kg, dari kebutuhan ini kita bagi menjadi dua bagian yaitu 40 % pakan tambahan dan 60 % jerami atau rumput gajah, perbandingan ini sangat pas untuk penggemukan secara intensif. Jadi untuk jerami di butuhkan 60 % x 9,6 = 5, 76 kg sisanya yaitu 3,84 kg berupa pakan tambahan seperti dedak, tepung jagung, gamblong atau yang lain tergantung yang mana yang mudah didapatkan didaerah masing-masing. Berikut 2 jenis makanan pokok ( makanan kasar ) yang merupakan sumber serat kasar bagi sapi yang umumnya di jumpai di daerah.

Tabel 3
Nama Pakan Protein Lemak TDN Bahan Kering
Jerami 4,5 % 1,4 % 30 % 86 %
Rumput Gajah 8,7 % 2,01 % 49,2 % 23,8 %

Jadi sekarang bisa kita hitung angka riil yang dibutuhkah sapi yang berbobot 400 kg tersebut di atas. Sudah didapat dari perhitungan bahwa jerami kering yang dibutuhkan adalah 5,76 kg berarti kalo kita mengambil jerami pada umumnya dengan bahan kering 86 % perhitungannya riil sebagai berikut :
5,76 kg x 100 / 86 = 6,7 kg dan bila pakan tambahan yang di berikan hanya dedak kasar maka didapat 3,84 x 100 / 84 = 4, 57 kg. Jadi jelas sekarang untuk sapi bobot 400 kg di butuhkan jerami sawah atau hasil olahan seberat 6,7 kg timbangan dan dedak 4,6 kg timbangan ( pembulatan ).

Artikel diambil dari sini.


Responses

  1. Its such as you learn my mind! You seem to understand
    a lot approximately this, like you wrote the e-book
    in it or something. I think that you just could do with a few p.
    c. to power the message home a little bit, however other than that, that is fantastic blog.
    A fantastic read. I will certainly be back.

  2. I really seem to go along with the whole thing that was in fact composed within “TEKNOLOGI PAKAN DALAM PENGGEMUKAN SAPI SECARA INTENSIF
    segoro gunung”. Thanks a lot for all of the information.
    Thanks a lot,Mallory


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: