Oleh: sugiarto | 27 Agustus 2010

suatu sore di bulan ramadhan

Kling klong..you’ve got mail.Itu suara bunyi hapeku yang menandakan ada sms masuk.Kulihat namanya,ah…nama yang sudah lama sekali tak terdengar.Bahkan mungkin hampir terlupakan.

“Hey,apa kabar…aku lagi dengerin sebuah lagu,makanya jadi inget kamu.Tau ga lagu apa?”bunyi sms itu.

“Kalo aku sih inget kamu kalo dengerin The Corrs,ga tau deh kalo kamu”jawabku menjawab sms itu.

“The Corrs..? Yang judulnya apa?”

“Semuanya,kalo aku denger suaranya Andrea Corrs kan jadi inget kamu…sama sama kerempengnya,ha..ha..”

“Sialan..inget kerempengnya doang.Sekarang udah ga kerempeng,tau!! Dulu 39kg,sekarang dah 50kg.Ideal,kan..?”

“Ah,dalam bayanganku kamu masih tetep kerempeng,kok..ha..ha..emang lagi dengerin lagu apa,sih?”tanyaku.

“Itu,lagu jadulnya Spice Girls yang judulnya Viva Forever…makanya jadi inget kamu,he..he..”

Pembicaraan akhirnya berlanjut di sore itu.Tetap lewat sms.Kami mulai membicarakan masa masa belasan taun lalu ketika kami masih bekerja di tempat yang sama.Mengenang hal hal lucu yang kami lewati bersama.

“Kamu inget ga waktu kita makan siang naik sepeda ontel dan berboncengan berdua.Padahal jauh banget dan jalannya jelek,panas panas lagi?”

“Tentu saja ingetlah…kamu ga tau,kan..waktu itu aku seneng banget kamu boncengin!”jawabnya.

“Masih inget,ga..aku dulu suka banget narik rambut kamu sehelai sehelai hingga kepala kamu gatel?”

“Lha itu dia yang bikin aku suka kangen kamu…kejahilan kamu itu,loh…ha..ha…”

Pembicaraan sore itu berlanjut dengan bertukar kabar keluarga masing masing.Anaknya udah dua sekarang.Yang besar cewek dan adiknya cowok.Komplit sudah rupanya.Suaminya masih bekerja di tempat yang lama dan sekarang sedang merintis usaha sendiri sambil bekerja.

Berbicara dengannya rasanya seperti membuka deary lama.Terbayang kembali sesosok gadis tinggi ceking berkulit putih,berambut tipis,bersuara renyah.Suaranya begitu enak didengar.Dan gadis itulah yang hampir hampir saja merubah keputusan yang telah aku tetapkan.Kami bertemu karena sama sama ditugaskan di satu tempat oleh perusahaan tempat kami bekerja.Sebetulnya saat itu aku sudah berpacaran serius dengan orang lain.Serius dalam artian,kami telah bersama sama merancang masa depan kami berdua.Tetapi karena kedekatanku dengan gadis kerempeng itu,kadang kadang aku berfikir ulang.Mungkinkah aku akan merubah rencana yang telah aku dan pacarku tetapkan? Setiap keraguan itu datang,aku merasa sangat ketakutan.Aku sangat mencintai kekasihku,bahkan jauh di lubuk hatiku aku sudah berjanji akan kuhabiskan sisa hidupku bersamanya.Aku tak mungkin berpaling lagi.Usia pacaran kami hampir sampai lima taun.Mungkinkah aku harus tergoda? Setiap kali pacarku menelfon,aku selalu merasa terselamatkan oleh bel.Tetapi wajah kuyu yang di depanku ini,yang terlihat seperti disingkirkan..ah,rasanya aku tak tega melihat mata bulat yang biasa penuh binar itu seperti melayu.

Hingga akhirnya aku harus keluar dari perusahaan itu karena tak tahan lagi dengan bos baru yang selalu bertentangan denganku.Tepatnya mungkin bukan bertentangan,tetapi lebih karena akulah yang tak bisa menyesuaikan diri dengannya.Masih terbayang jelas ketika aku pamit dia di rumahnya di siang yang terik,dan mendapatinya menangis sesenggukan dengan mata bengkak.Ah,wajah yang putih itu kelihatan begitu memerah.Matanya,hidungnya,bibirnya,pipinya…rasanya tak tega aku menatapnya terlalu lama.

“Ga usah menangis…aku baik baik saja,kok..percayalah pasti akan ada hikmahnya di balik kejadian ini.Allah pasti menghendaki sesuatu yang lebih baik buat kita semua,cuma mungkin kita belum tahu.Ikuti saja alirannya,dan nanti akan kita temukan muaranya.Dan setelah muara itu kita temukan,percayalah kita akan sangat mensyukuri kejadian ini!”kataku mencoba bersikap bijak.Dia hanya mengangguk angguk,karena memang sudah tak bisa berkata apa apa.Kucoba mengusap air matanya.Tatap mata kami beradu dan..ah,aku tak kuasa menatap sorot mata layu itu…

Setelah belasan taun ini kami dipertemukan kembali(meski cuma lewat sms),aku baru menyadari kebenaran kata kataku sendiri saat itu.Allah memang memiliki rencana lain untuk kami berdua.Saat itu,meski kami begitu dekatnya…dan kami tau persis apa yang ada di hati masing masing,tetapi kami tidak pernah sekalipun menyatakan saling suka,apalagi ungkapan cinta.Tanpa ada perjanjian apa apa,kami merasa bahwa kami lebih cocok menjadi kakak adik saja.Aku sudah memiliki kekasih yang begitu setia,mendampingiku selama hampir lima taun terakhir dan hingga kini menjadi ibu dari anakku.Rupanya Allah memang tetap pada rencanaNya semula untuk tetap mempersatukan aku dan pacarku hingga saat ini,dan Dia telah memilihkan pasangan untuknya yang sekarang menjadi bapak dari dua anak yang telah terlahir dari rahimnya.Dan kami tetap bisa menikmati indahnya persahabatan sebagai seorang kakak dan adiknya,yang insyaallah lebih langgeng daripada hubungan cinta yang terpaksa mengorbankan sebuah hati yang akan terluka karenanya…

Di luar hujan mulai turun setelah seharian panas menyengat,dan sebentar lagi adzan maghrib.Itu artinya waktu berbuka puasa akan segera tiba,dan kami menyudahi sms hari itu serta tak lupa titip salam untuk keluarga masing masing.Ah…sore yang mengesankan.

 

Cikarang,27 Agustus 2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: