Oleh: sugiarto | 9 Agustus 2010

kata ajaib itu…

Pada sepuluh tahun lalu,saat awal awal saya punya handphone,saya merasakan betapa susahnya pakai hp.Kenapa? Saat itu menggunakan hp tidaklah semudah sekarang ini.Biaya pulsanya amat mahal.Saya ingat buget untuk beli pulsa saat itu,bisa mencapai 600-800rb sebulan hanya untuk bertelepon dan sms saja.Jangan berpikir dulu saat itu kita pakai hp untuk internetan.Ber-smspun bisanya hanya sesama operator saja.Telephon ke nomor rumah,ada biaya air time untuk nomor tujuan.Telephon ke kampung halaman,disamping sinyalnya putus2(maklum orang tua tinggalnya di pelosok,itupun numpang ke tetangga yang sudah punya hp)adalagi biaya roaming.Sudah ngobrolnya tidak nyaman karena harus sambil jalan jalan untuk mencari sinyal yang bagus,biayanya mahal pula.Itupun nomor hpnya mesti dari operator yang sama,karena kalau tidak,biayanya akan jauh lebih besar lagi.Sekali ngobrol,karena jarang bertemu biasanya lama,biayanya bisa sampai 100rb rupiah.Kalau mau bersms saja,jelas tidak efektif,karena selain hpnya yang numpang tadi,sms juga belum tentu bisa langsung diterima, karena ketersediaan sinyal yang kadang ada,kadang tidak tadi.

Saat ini,gambaran seperti di atas,sudah jauh kita lupakan.Pulsa yang kita pakai jauh lebih hemat,sekalipun lintas operator.Kalau pengin lebih hemat lagi,kita bisa pakai nomor dari operator yang sama dan membuat group call.Masing masing operator punya istilah untuk group call ini,tetapi intinya sama,dengan cara mendaftarkan nomor yang dimaksud dengan biaya yang sangat murah.Kartu perdananya?Sekarang kartu perdana boleh dibilang gratis.Bandingkan dengan waktu saya beli kartu perdana saya sepuluh tahun lalu,350rb dengan isi pulsa 100rb.Jangan dikira itu nomor cantik,lho!Kalau nomor cantik pilihan kita,harganya bisa mencapai 1jt-an tanpa ada isi pulsanya!

Pertanyaannya,mengapa biaya komunikasi sekarang bisa jauh lebih murah seperti ini?Mungkin kita beranggapan bahwa operator seluler itu brengsek,karena kalau sekarang bisa dijual murah,mengapa dulu bisa semahal itu?Untungnya gila gilaan,dong!Tetapi nanti dulu.Pada masa itu,semua operator bersaing untuk memberi pelayanan kepada pelanggannya secara inklusif.Misalnya operator A hanya memberi pelayanan prima untuk pengguna operator A saja.Pelanggan operator lain,tau ah!

Kunci dari semuanya itu,terletak pada satu kata,jaringan.Inilah satu kata ajaib yang akan kita bicarakan ini.Dengan adanya kesediaan dari semua operator telepon seluler untuk membuka inklusifitasnya dan memasuki dunia jaringan semuanya jadi terasa mudah.Pertama dibuka,layanan sms.Maka antar pengguna operator yang berlainan kita bisa saling berkirim sms.Pada saat itu juga,untuk memudahkan dan menekan biaya berkomunikasi antara pelanggan Indosat dan Satelindo,akhirnya dua perusahaan ini melakukan merger.Belakangan XL lahir dengan menawarkan teknologi fiber optik yang sinyalnya bisa menembus dinding gedung gedung perkantoran yang tinggi tinggi.Telkomsel tidak mau kalah,dia bangun menara bts sebanyak banyaknya untuk memberi pelanggannya sinyal yang setara dengan XL.Indosat,yang merupakan gabungan dua perusahaan,sudah barang tentu memiliki menara yang lebih banyak dan terus menambah.

Dewasa ini,para operator telepon seluler selain membangun sendiri menara btsnya,merekapun bisa menyewa menara bts dari pihak ketiga.Sehingga biaya pembangunan infrastrukturnya bisa ditekan seminimal mungkin.Bahkan merekapun bisa menyewa menara bts ini dari perusahaan kompetitornya.Jadi tidak aneh lagi,satu menara bts dipakai untuk dua atau tiga operator.Inilah yang dimaksud dengan sinergi jaringan dalam bisnis.Antar kompetitorpun bisa bekerjasama.

Sinergi jaringan atau networking ini berlaku untuk hampir semua bidang kehidupan.Mari kita perhatikan hal hal di sekeliling kita.Penjualan multi level marketing yang mengandalkan jaringan saat ini marak di sekeliling kita.Paguyuban paguyuban yang didasari adanya kesamaan etnik atau daerah asal sangat banyak jumlahnya di perkotaan.Asosiasi asosiasi lembaga dan profesipun bejibun jumlahnya.Bahkan saat ini google dan yahoo,dua raksasa search engine di duniapun bersinergi dengan menempatkan gmail di yahoo dan sebaliknya.Dalam tataran yang lebih besar lagi,negara,kita kenal adanya uni eropa yang telah menyatukan seluruh mata uang mereka dalam euro beberapa tahun belakangan.

Jadi dengan demikian,mungkinkah mereka sudah tidak lagi berkompetisi untuk menjadi yang paling dominan?Tentu saja bukan seperti itu cara pandangnya.Yang lebih penting dari “kedominanan”itu adalah di hasil akhirnya.Win win solution.Every body happy.Semuanya menang.

Kata networking memang sudah tidak mungkin lagi kita hapus di era informasi ekarang ini.Dengan networking segala hal jadi terasa jauh lebih mudah,murah dan massal.Dengan networking planet bumi yang luas ini jadi terasa seperti satu kampung yang besar.Jarak dan waktu bukan lagi menjadi sekat pemisah.Akses informasi dari seluruh penjuru “kampung

besar”itu terbuka untuk kita dimanapun,kapanpun secara real time pula dengan adanya jaringan internet.Dengan jaringan internet ini pula perusahaan software di Florida Amerika sono meluncurkan aplikasi beta(aplikasi terbuka)yang memungkinkan orang di pelosok Jember membenahi dan menyempurnakannya.Dan disempurnakan lagi oleh orang yang berada di Kenya,sebelum akhirnya dirilis dan bisa dipakai orang di seluruh belahan dunia secara nyaman,aman,dan gratis lagi!

Beberapa waktu yang lalu,Presiden SBY mentargetkan tahun 2010,seluruh desa di Indonesia bisa terhubung dengan internet.Ini adalah langkah yang patut dan harus didukung semua pihak.Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan sebaran penduduk yang tidak merata.Indikator ekonomi makro yang kata Bu Sri Mulyani bagus,dan memang bagus karena Indonesia termasuk empat negara di dunia yang kebal krisis ekonomi global setelah Brasil,India dan China,tetapi manfaat riilnya tidak dirasakan oleh penduduk yang berdomisili di daerah daerah terpencil.Nah dengan terhubungnya seluruh desa di Indonesia dengan jaringan internet ini,kita berharap agar “inklusifitas”desa desa terpencil akan terbuka sehingga peluang peluang yang ada di daerah lain,bisa diisi oleh potensi potensi yang ada di daerah lainnya.Sehingga jangan heran kalau nanti ada petani di Wamena,menjual buah merahnya pada perusahaan farmasi di Jakarta,atau blantik sapi di Purwodadi menjual daging sapinya ke restoran internasional yang menjual steik di Batam.Kenapa tidak?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: